Pandemi menstimulasi kreativitas dalam pergerakan transformasi ekonomi berbasis digital

193
ilustrasi

Berbagai hal sangat terpengaruh oleh stimulus di luar dirinya. Tidak terkecuali aspek-aspek kehidupan yang mewarnai dinamika perkembangan manusia dalam berinteraksi ekonomi.
Pandemi Corona yang merebak menjangkiti kehidupan manusia di awal tahun 2020 tidak urung membuat pola kehidupan manusia berubah, mau tidak mau. Sehingga melahirkan suatu kehidupan “normal” yang baru yang mungkin hal tersebut dianggap tidak normal pada masa kehidupan sebelum atau sesudahnya.

Begitu pula aspek perekonomian, segala transaksi akhirnya mengikuti arus yang paling sesuai dengan kondisi yang ada. Dalam hal ini transaksi daring (online) menjadi pilihan paling sesuai dan lengkap.

Menyikapi hal ini ekonomi Koperasi yang berbasis rakyat juga menyikapi pentingnya transformasi digital yang sudah mesti diterapkan pada platformnya.

Hal ini dikuatkan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid, dimana Nurdin dalam suatu kesempatan mendorong Gerakan Koperasi Jawa Tengah untuk terus menggalang kerjasama yang solid dan kerja-kerja kreatif inovatif dalam proses transformasi ekonomi koperasi di masa sulit akibat Covid-19. Menurutnya , transformasi ekonomi adalah keniscayaan di era Revolusi Industri 4.0. Seperti dikutip dari liputan6.com. Untuk memacu transformasi ekonomi Koperasi, Nurdin Halid menjelaskan bahwa Dekopin saat ini tengah mempercepat proses digitalisasi Koperasi, dimana Dekopin menjadikan masa krisis saat ini sebagai momentum percepatan digitalisasi koperasi Indonesia agar proses transformasi ekonomi koperasi benar-benar berjalan cepat, massif, dan terukur.

“Dekopin mendorong koperasi-koperasi melakukan transformasi diri agar bisa bersaing di era ekonomi digital saat ini. Transformasi menyangkut cara kerja organisasi, penataan kelembagaan dan database keanggotaan Koperasi,manajemen dan proses bisnis koperasi, sistem akuntansi, serta pengawasan koperasi berbasis digital. Itu sebuah tuntutan bagi koperasi hari ini dan di masa depan,” ujar Nurdin Halid dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Nurdin Halid mengatakan bahwa krisis ekonomi akibat Covid-19 harus mampu dimanfaatkan oleh gerakan koperasi untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Selain aktif mendorong digitalisasi, Dekopin juga membentuk tim khusus untuk pemulihan koperasi di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, yaitu tim pemulihan Koperasi primer, Koperasi sekunder, serta Koperasi simpan-pinjam dan Koperasi kredit.

Menurutnya, percepatan digitalisasi koperasi adalah langkah strategis untuk menyelamatkan koperasi dari krisis panjang akibat pandemi Covid-19 sekaligus mempercepat transformasi ekonomi koperasi.

“Di satu sisi, digitalisasi mempercepat transformasi koperasi. Di sisi lain,digitalisasi keanggotaan koperasi akan menjadi basis data yang valid bagi Pemerintah untuk menyalurkan berbagai program bantuan dan skema stimulus bagi masyarakat anggota koperasi dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional. Karena digitalisasi terkait keanggotaan, bisnis, keuangan dan skema pelancaran stimulus bagi anggota koperasi,” kata Nurdin Halid.

Lebih lanjut, Nurdin Halid mengatakan bahwa sosialisasi program percepatan digitalisasi Koperasi menjadi salah satu agenda dalam Rapat Koordinasi Wilayah Terbatas (Rakorwiltas) Dekopinwil secara virtual yang digelar secara marathon, 12-15 Agustus 2020. Rakorwiltas dibagai dalam empat kelompok yaitu kelompok Dekopinwil se-Sumatera; Kelompok Dekopinwil se-Jawa;Kelompok Dekopinwil Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat; serta kelompok Dekopinwil se-Kalimantan dan se-Sulawesi.